Delusi berjamaah yang disponsori oleh agama


Strangest thing happened to me today. Like, a minute ago.

Jadi, demi menyelesaikan sekolah, saya belakangan sering sekali nginep di kampus. Semacam memaksa diri untuk bekerja sebanyak-banyaknya.

Salah satu stok wajib begadang adalah 1.5 liter air putih. Lebih kalau memungkinkan. Beruntungnya, dikampus tersedia air minum gratis di drinking water station (entah apa itu namanya). Adanya di lantai dua.

Sudah jam 10 malam. Lebih. Masih ada kehidupan, tapi tetap, malam ya malam.

Melirik air persediaan yang tinggal separuh, saya memutuskan dan membulatkan tekad, refill air sekarang adalah bijaksana, mengingat kehidupan masih terasa.

Here is the smartest thing I just did: saya buang sisa air separuh dalam botol. Tujuannya sih biar bisa refill botol sampai penuh.

Pantry di lantai dua ada di ujung lorong yang lampunya hanya menyala kalau ada yang lewat. Jadi, saya mengisi botol minum di pantry sambil menatap ke lorong gelap yang panjang di lantai 2. What a stupid move. Perasaan yang nggak-nggak, bikin saya deg-degan sendiri.

Akhirnya memutuskan untuk berhenti mengisi botol air saat baru separuh botol terisi, and hurried back to my office in the first floor.

Errrr 😐

Jadi,

Yes, it was strange. Kalau dirangkum: saya punya air separuh botol, dibuang isinya biar bisa isi botol ulang sampai penuh, tapi delusi-delusi yang nggak penting bikin saya jiper, dan berhenti mengisi botol minum sampai separuh saja.

😐

Anyway, perasaan ini menggambarkan rasa takut yang diciptakan oleh delusi nggak penting, berpengaruh pada pengambilan keputusan dalam hidup. Dalam segala hal: besar atau kecil.

Delusi bodoh saya sih, cuma bikin saya melakukan hal bodoh yang nggak merugikan siapapun.

Sementara, delusi yang lain bagi orang lain bisa membuat mereka menjadi mesin-mesin pembunuh, seperti yang ada di sini dan sini.

Lucunya, mereka-mereka yang barbar ini yang gembar-gembor, tanpa agama manusia pasti nggak akan punya moral.

Bapak, Ibu, Mbah, Mas, Mbak, Dek, ini loh ada alternatif lain.

Tapi video ini harus ditonton dulu.

Seri ini judulnya: Sex, Death, and The Meaning of Life. Dibagi jadi tiga episode: (1) Sex, (2) Death, dan (3) the meaning of life. Link episode 2 dan 3 nya cari sendiri ya. Gampil kok.

Kalau sudah nonton, boleh loh sharing pikiran di sini (sebenarnya ngeles, karena nggak punya waktu buat cerita isi videonya).

Saya kerja lagi ya. O` The Mighty Universe, please biarkan saya dapat gelar PhD akhir tahun ini. Aaminnnn 3 kali.

 

*Tulisan aneh tanpa struktur ini dipersembahkan oleh jiwa saya yang berada di garis tipis pemisah waras dan tidak.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s