#4Komedireligi: Stereotype


Mamah Dedeh lagi.

Ada ibu-ibu majelis taklim entah dari mana bertanya:

Mah, kalau ada wanita rajin sholat, ibadahnya bagus, tapi masih bekerja sebagai pelacur (she did say pelacur), hukumnya gimana ya Mah?

Dan, tentu saja, jawaban Mamah Dedeh:

Itu berarti, ibadahnya baru di permukaan saja. Belum meresapi maknanya ibadah. (I have to rephrase it, since she mentioned a particular Arabian language/term for this and I could not remember it).

Begitu banyak hal yang mbingungin, sampai saya tidak tahu harus mulai dari mana.

Mulai dari si ibu penanya. What was her intention asking such question? Does she know the woman of interest very well? A neighbor? A friend? Or even a relative? Saya berasumsi si Ibu kenal dengan wanita yang terkait, kalau tidak buat apa coba si Ibu repot-repot dandan di pagi buta untuk menghadiri pengajian Mamah Dedeh dan secara khusus meminta pendapat soal ibadah si Mbak ke pihak ketiga (si Mamah Dedeh). Apa si Ibu betul-betul khawatir kalau ibadah si Mbak tidak diterima Tuhan? Atau sebenarnya, di lubuk hati si Ibu mengutuk pekerjaan si Mbak, dan menilai, tidak pantas orang yang rajin beribadah menjadi pelacur. Atau bahkan lebih buruk lagi, menurutnya tidak pantas seorang pelacur rajin beribadah. Sudahkah si Ibu penanya, mencari tahu latar cerita kehidupan si Mbak? Atau mungkin berusaha mencarikan jalan keluar (ini hanya jika si Mbak merasa ingin dicarikan jalan keluar)? Permasalahan yang begitu rumit, dengan semena-mena dirangkum dalam satu pertanyaan yang menghina.

Dan tentu saja, kita tidak bisa mengharapkan jawaban yang menenangkan dari Mamah Dedeh. Mamah Dedeh bukan menjawab malah sebetulnya. Dia menghakimi, acting God dan menilai ibadah si Mbak. Karena tentu saja, si Mbak adalah seorang pelacur, dan orang yang rajin beribadah tentu tidak akan bekerja menjadi pelacur.

Tanya jawab berakhir di sana. Begitu pula isi kepala ibu-ibu di sana. Berhenti di sana. Titik. They stereotype and are acting God.

And here I am stereotyping the Ibu-ibu majelis taklim dan Mamah Dedeh.

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s