Science Does NOT Work That Way


Dalam sains, kita semua boleh membuat pernyataan apa saja. Bebas.

Saya boleh-boleh saja bilang bahwa gunung meletus karena ada naga menyemburkan api di bawahnya.

Sah-sah saja.

Saya hanya perlu membuat rangkaian bukti dan argumen yang mendukung klaim saya yang tadi.

Saya harus memberikan bukti-bukti keberadaan naganya, mendeskripsikan naganya, bagaimana naga tinggal di bawah gunung, dan mekanisme terjadinya letusan gunungapi akibat semburan api dari mulut naga.

Kalau mau lebih advance lagi, saya harus bisa menjelaskan dengan bukti-bukti bagaimana asal-muasalnya si naga api bisa tinggal di sana.

Begitu semua sudah saya tulis, saya laporkan, dan terbitkan, maka siapapun boleh menyerang ide saya tadi. Siapapun ini termasuk saya sendiri (si pemilik ide awal) yang bisa jadi setelah paper-nya terbit tiba-tiba menyadari, ternyata bukan naga, melainkan golden retriever supersaiyan, yang tinggal di bawah gunungapi. Dan ternyata bukan semburan api dari mulut, melainkan kentut si golden retriever super saiyan, yang menyebabkan letusan gunungapi.

Tapi mereka yang merespon paper saya, baik setuju atau tidak atau setuju sebagian, harus melakukan hal yang sama. Memberikan bukti dan argumen dengan standar yang (minimal) sama dengan yang pernah saya lakukan. Mereka boleh menyerang semua bagian dari teori saya yang dianggap lemah. Termasuk metodenya. Bisa jadi metode “do’a 3 hari 3 malam” saya kurang tepat diterapkan dalam penelitian. Bisa jadi peneliti yang ternyata menggunakan metode “do’a 7 hari 7 malam dan puasa nasi (puasa tidak makan nasi, tapi lauk saja)” memperoleh hasil yang lebih akurat dibandingkan saya.

Kalau akhirnya skema besar teori saya sudah sulit untuk dibantah lagi, dan sudah bisa diterima oleh hampir seluruh khalayak sains, maka penelitian di bidang ini bisa terus maju.

Saya bisa saja hanya menjelaskan naga hitam yang menyemburkan api biru di bawah Mordor. Peneliti lain setelah saya bisa saja menemukan jenis naga lain yang berbeda dengan naga saya di bawah gunungapi yang lain. Bisa jadi setelah puluhan tahun disetujui, ada metode yang lebih ampuh, dan membuktikan bahwa saya salah. Bisa jadi saya salah, betul ada naga, tapi bukan penyebab adanya letusan gunungapi.

Science does not always give answer at the get go, but everything, almost everything, is possible in science.

So, kids. That is how science works.

Dalam sains:

  • Kamu boleh bilang apa saja.
  • Selama didukung oleh bukti dan argumen yang sesuai kaidah saintifik.

DAN,

jangan ngaku-ngaku researcher atau scientist kalo ginian aja nggak ngerti.

BYE.

http://mostlyscience.com/2014/06/science-behind-sciencemediahype/
http://mostlyscience.com/2014/06/science-behind-sciencemediahype/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s